pencarian
Province
For
Contain
Area
Price
  lain-lain

- Chat:
- Testimonial
- Terbaru
- Pemesanan Tour Kelompok

  area hotel
- Bali Hotels
Bali Hotels Amed
Bali Hotels Candidasa
Bali Hotels Denpasar
Bali Hotels Jimbaran
Bali Hotels Kuta
Bali Hotels Legian
Bali Hotels Nusa Dua
Bali Hotels Sanur
Bali Hotels Seminyak
Bali Hotels Singaraja
Bali Hotels Tanah Lot
Bali Hotels Tuban Kuta
Bali Hotels Ubud

- Lombok Hotels
Lombok Hotels Kute Beach
Lombok Hotels Senggigi Beach

  hotel
- Villa Flamboyant Bali
- Harris Hotel Tuban
- The Oasis Boutique Beach Resort
- The Favehotel Denpasar
- Ramada Resort Camakila
- Sarinande Beach Inn
- Ari Putri Hotel
- Puri Dalem Hotel
- The Oasis Kuta
- Seminyak Paradiso Hotel
- Puri Sading Hotel
- Dhyana Pura Beach Resort
- Bali Agung Village Hotel
- Kokonut Suites
- Samsara Hotel
  berita terkini
- Tiket Pesawat Dari Surabaya
- Tiket Pesawat Murah
- Konferensi Lingkungan Hidup di Bali
- Kuta Karnival Bali
- Sanur Village Festival
- Indonesia Minta Cabut Larangan Terbang
- Korea Selatan Tegur Garuda Indonesia
- Tour di Bali
- Tantangan Pariwisata Indonesia
- Belanja di Kuta Bali
- Pariwisata Indonesia dan Bali
- Bali Dining Festival

Silahkan daftar untuk isi artikel | LOGIN | Akun Anda


Tantangan Pariwisata Indonesia
(oleh: Administrator - pada 13 Jul 2007 untuk propinsi Bali)
Sangat menyesal mendengar ancaman yang terjadi pada pariwisata Indonesia akhir - akhir ini. Baru saja industri pariwisata mulai menggeliat pasca Bom Bali 2, sekarang muncul lagi dua ancaman baru. Mulai tanggal 6 kemarin Uni Eropa resmi melarang 51 maskapai Indonesia juga 8 maskapai dari Moldova, 6 maskapai dari Bulgaria, Angola Airline dan Volare Aviation dari Ukraina untuk tidak beroperasi di semua negara di Eropa. Bahkan Uni Eropa melarang semua warga Eropa untuk berpergian dengan Maskapai Penerbangan Indonesia ke semua destinasi di seluruh dunia. Mereka menyatakan bahwa tidak satupun dari maskapai kita aman untuk dijadikan sarana transportasi.

Selang berapa hari dari larangan itu, Pemerintah Australia mengeluarkan travel warning bagi warganya agar menunda kunjungannya ke Indonesia terutama ke Jakarta, Batam dan Bali. Menurut badan inteligen mereka, aktivitas teroris di Indonesia akhir - akhir ini meningkat dan dapat sewaktu-waktu melancarkan serangan terhadap warganya yang sedang berkunjung ke Indonesia.

Banyak pihak menyayangkan sikap Uni Eropa dan Australia ini. Lebih - lebih karena dapat mempengaruhi jumlah wisatawan asing yang datang berkunjung ke Indonesia. Padahal Indonesia baru saja akan mencanangkan program promosi pariwisata Visit Indonesia Year 2008. Dikhawatirkan, target jumlah wisatawan asing tidak tercapai. Untuk mengatasi hal ini hendaknya pemerintah melakukan langkah - langkah persuasif kepada pihak Uni Eropa agar Maskapai Indonesia diperbolehkah lagi beroperasi di benua Eropa, bukan malah memblack-list maskapai Indonesia yang beroperasi di Eropa. Selain itu hendaknya semua komponen pemerintah turut bergotong royong dan berperan semaksimal mungkin dalam membantu mencapai target jumlah wisatawan asing yang datang berkunjung ke Indonesia.

Untuk travel warning, semoga dengan kedatangan PM Australia ke Indonesia akhir Juli ini, pihak Australia dapat membuktikan bahwa kekhawatiran mereka terhadap keadaan di Indonesia tersebut terlalu berlebihan dan sebaiknya tidak perlu ditanggapi dengan terlalu serius.

Kita sebagai insan yang bergerak di industri pariwisata perlu bergandengan tangan untuk membangun pariwisata Indonesia sehingga roda perekonomian berjalan
dengan lancar.



kembali

BERITA LAIN PADA PROPINSI INI
- Bali Dining Festival
- Pariwisata Indonesia dan Bali
- Belanja di Kuta Bali
- Tour di Bali
- Korea Selatan Tegur Garuda Indonesia
- Indonesia Minta Cabut Larangan Terbang
- Sanur Village Festival
- Kuta Karnival Bali
- Konferensi Lingkungan Hidup di Bali
- Tiket Pesawat Murah
- Tiket Pesawat Dari Surabaya