|
|

Silahkan daftar untuk isi artikel | LOGIN | Akun Anda
Pura Goa Gajah (oleh: Administrator - pada 21 Oct 2010 untuk propinsi Bali)
Salah satu tempat bersejarah yang terletak 15 menit dari pusat Ubud ke arah timur atau sekitar 1 jam dari Kuta. Masih satu jalur menuju kawasan wisata Kintamani, Berlokasi di pinggir jalan raya, Goa Gajah layak anda singgahi jika anda berlibur ke Bali. Goa Gajah ditemukan pada tahun 1923 oleh arkeolog Belanda bernama Dr. Krijgsman setelah beberapa abad terkubur tanah. Kawasan wisata Goa Gajah sudah di kelola secara profesional. Ada halaman parkir yang luas, lingkungan yang bersih dan asri, lokal guide yang akan memberikan ulasan sejarah (tambahan biaya), ada fasilitas penunjang seperti warung makanan dan minuman, MCK, information center dan juga toko-toko souvenier yang menjual cenderamata khas Bali.
Setelah membeli karcis masuk di pintu masuk Pura Goa Gajah (Rp. 10.000 per orang) dan mengenakan kemben dan ikat pinggang, anda harus menuruni beberapa anak tangga yang menuntun ke sebuah halaman Pura. Ada Pavilion besar yang disebut "wantilan" yang mempunyai multi-fungsi sebagai tempat pertunjukan, tempat rehat menjelah dan sesudah upacara, tempat makan bersama dan sebagainya. Ditengah halaman luar pura ada kolam yang disucika terdiri dari beberapa pancuran air dengan stupa-stupa dewa-dewi. Tempat ini dipakai "petirtan", tempat meminta air suci yang dipakai saat upacara berlangsung. Di sebelah utara ada sebuah Goa dengan relief-relief "Dewa Bome" yang merepresentasikan penguasa hutan belantara.
Pengunjung diijinkan memasuki goa yang berukuran tinggi 2 meter dan lebar kira-kira 1 meter di lorong masuk dan 2.75 meter pada lorong di dalam goa. Berbentung hurup "T" pada sisi kira dan kanan goa terdapat ceruk-ceruk kecil yang merupakan tempat bersemedi/meditasi para pendeta dan raja zaman dulu. Pada ujung kanan lorong gua ada Tri Lingga berbentuk Pallus perwujudan 3 kemahakuasaan Tuhan, dan Patung Ganesha di ujung lorong sebelah kiri.
Sementara di sekitar halaman luar pura terdapat patung Dewi Hariti yang melambangkan kesuburan, dan kepingan-kepingan batu, stupa yang masih belum ditemukan bentuk dan formasi bangunannya. Di sebelah timur merupakan halaman utama pura yang terdiri dari beberapa bangunan. Sementara di luar pura merupakan kawasan pertanian dan perkebunan karena aliran sungai Petanu tak tahu dari kawasan Pura Goa Gajah. Pura ini adalah cermin keharmonisan kehidupan keagamaan Hindu dan Budha pada zamannya.
kembali
BERITA LAIN PADA PROPINSI INI - Bali Dining Festival - Pariwisata Indonesia dan Bali - Belanja di Kuta Bali - Tantangan Pariwisata Indonesia - Tour di Bali - Korea Selatan Tegur Garuda Indonesia - Indonesia Minta Cabut Larangan Terbang - Sanur Village Festival - Kuta Karnival Bali - Konferensi Lingkungan Hidup di Bali - Tiket Pesawat Murah - Tiket Pesawat Dari Surabaya - Uluwatu - Pantai Tanjung Benoa - Jimbaran - Pura Tanah Lot - Garuda Wisnu Kencana - Pasar Seni Sukawati - Pantai Dreamland - Tirta Empul Tampak Siring - Paket Tour Ke Bali | Panduan Wisata Murah di Bali
|
|